Thursday, August 12, 2010

Marhaban Ya Ramadhan


Kalam Al-Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiry

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah Tuhan Pemberi karunia Yang Maha Pengasih dan Penyayang, Yang mengajarkan Al-Qur’an, Sang pencipta insan dan mengajarkannya pengetahuan, Yang mewajibkan bagi kita di dalam agama Islam untuk menunaikan ibadah puasa Ramadhan dan menjadikannya sebagai penghapus dosa-dosa dan peningkat derajat di surga yang paling tinggi. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada pemuka keturunan Adnan (yaitu Nabi Muhammad), yang terbaik dari bangsa manusia dan jin, serta semoga tercurahkan kepada keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka.

Amma Ba’du. Telah datang kepada kita bulan Ramadhan yang penuh keberkahan. Bulan yang diturunkan di dalamnya al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelas segala sesuatu. Bulan yang Allah menjadikan puasa sebagai kewajiban dan shalat malam (Tarawih) sebagai penambah ibadah. Allah mengajarkan bahwa sesungguhnya jalan di bulan yang penuh berkah ini adalah dengan tekad yang kokoh untuk melakukan amal-amal kebajikan. Hendaknya kita melakukan shalat di malam pertama bulan Ramadhan 4 rekaat dimana dibaca untuk setiap rekaatnya 1 maqra (tempat tanda bacaan) dari surat Al-Fath (“Inna fatahna laka…”). Diriwayatkan oleh Al-Khatib Asy-Syirbini di dalam Tafsirnya dengan sanad yang bersambung kepada Nabi SAW bahwa barangsiapa yang melakukan hal tersebut di awal malam Ramadhan, maka ia akan menjalani kehidupannya setahun dalam kebaikan dan berkecukupan. Hendaknya engkau melakukan hal itu.

Wajib bagi seorang mukmin untuk menunaikan puasa Ramadhan dan menyuruh keluarga dan anak-anaknya untuk berpuasa ketika mereka berumur 10 tahun. Hendaknya melatih dan menggiatkan mereka untuk berpuasa ketika mereka sudah berumur 7 tahun. Apalagi kehidupan sekarang tampak semakin mudah. Jika udara panas, sudah ada alat pendingin. Jika udara dingin, sudah ada alat penghangat. Maka tidak ada alasan udara panas ataupun dingin yang menghambat seseorang untuk berpuasa. Ini merupakan suatu nikmat dari Allah untuk memuliakan hambaNya di akhir jaman.

Wajb bagi seorang mukmin untuk menunaikan ibadah puasa Ramadhan, dan tidak ada alasan yang membolehkan untuk tidak berpuasa kecuali alasan yang diatur oleh syariat seperti sakit dan lain-lain. Sebagaimana Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana juga telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-Baqoroh: 183 )

وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Barangsiapa yang sakit, atau dalam keadaan bepergian, dapat mengganti (berpuasa) sebanyak hari-hari yang ditinggalkan di hari-hari yang lain. Allah menginginkan kepada kalian kemudahan dan tidak menginginkan kepada kalian kesulitan, dan hendaklah sempurnakan hitungannya dan agungkanlah Allah atas apa-apa yang Dia karuniakan kepada kalian. Semoga kalian menjadi orang-orang yang bersyukur” (QS. Al-Baqoroh: 185 )

Allah juga berfirman di ayat yang lain,

فمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“Barangsiapa yang sakit, atau dalam keadaan bepergian, dapat mengganti (berpuasa) sebanyak hari-hari yang ditinggalkan di hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqoroh: 184 )

Tidak berpuasa pada siang hari di bulan Ramadhan tanpa udzur (alasan yang disyariatkan) maka termasuk dari dosa-dosa besar yang mengantarkan pelakunya masuk neraka Jahannam.

وأن يعلق بعراقيبه وتشقق أشداقه وتكسر أسنانه

“Terikat urat-uratnya, dihancurkan rahang-rahang mulutnya, dan dirontokkan gigi-giginya” (Diriwayatkan oleh Ibn Khuzaimah dari Abi Umamah)

Untuk gigi-giginya yang dipakai mengunyah pada siang hari bulan Ramadhan, tidak ada balasan kecuali dirontokkan. Untuk rahang-rahang mulut yang dipakai untuk membantu mengunyah di siang hari bulan Ramadhan, tidak ada balasan kecuali dihancurkan. Oleh karena itu, hendaknya seorang mukmin berhati-hati untuk tidak berpuasa kecuali jika ada alasan yang dibolehkan oleh syariat.

Juga tidak diperbolehkan bagi seorang yang berpuasa untuk membantu orang yang sengaja meninggalkan puasa, seperti membuka rumah makan untuk mereka, ataupun memberikan kepada mereka uang yang bisa dianggap membantu mereka. Barangsiapa yang membantu seseorang yang sengaja meninggalkan puasa di bulan Ramadhan, maka ia sama-sama mendapatkan dosa. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

من سَنَّ في الإسلام سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها بعده من غير أن ينقص من أجورهم شيء ومن سن في الإسلام سنة سيئة كان عليه وزرها ووزر من عمل بها بعده من غير أن ينقص من أوزارهم شيء

“Barangsiapa yang menbuat sesuatu baru yang baik, maka ia akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun. Barangsiapa yang mengadakan sesuatu baru yang jelek, maka ia akan mendapatkan dosa dan dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosanya sedikitpun.” (Riyadh Ash-Sholihin dari Jarir)

Hendaknya pula bagi setiap orang di bulan Ramadhan untuk menjaga puasanya dari sesuatu yang dapat membatalkan, seperti makan, minum, berhubungan badan (untuk suami istri), dan lain-lain. Untuk mengetahui ini, perlu untuk mempelajari ilmu Fiqih. Maka hendaklah engkau belajar ilmu Fiqih sehingga dapat mengetahui apa saja yang dapat membatalkan puasa. Selain itu wajib bagi seorang mukmin yang berpuasa untuk menjaga puasanya daripada hal-hal yang dapat membatalkan makna puasa, seperti menggunjing, mengadu domba, berbohong, melihat sesuatu dengan syahwat, dan bersumpah dusta. Hendaknya engkau menjauhi hal-hal tersebut dan menjaga dirimu daripada perbuatan-perbuatan itu.

Hendaknya pula engkau meraih pahala pada malam bulan Ramadhan dengan menjaga untuk shalat Tarawih, karena sesungguhnya ibadah shalat malam bulan Ramadhan merupakan sunnah muakkadah, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW,

من قام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat malam bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka Allah akan menghapus dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang.”

Setiap malam bulan Ramadhan adalah penuh dengan keberkahan. Dan yang istimewa keberkahannya dalah malam Lailatul Qodar yang biasanya datang di malam ganjil sepuluh terakhir, dan biasanya terjadi pada malam 27. Hendaklah engkau menjaga ibadah shalat pada malam-malam bulan Ramadhan supaya engkau termasuk orang yang mendapatkan malam Lailatul Qodar. Allah berfirman,

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ . لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) di malam Lailatul Qodar. Tahukah engkau apakah malam Lailatul Qodar. Malam Lailatul Qodar adalah malam yang lebih baik daripada seribu bulan” (QS. Al-Qodar: 1-4)

Maksudnya, jika engkau beribadah pada malam Lailatul Qodar, maka engkau tertulis beribadah selama seribu bulan, yaitu 83 tahun 4 bulan. Ini merupakan kesempatan dan pahala yang luar biasa yang bisa didapatkan seorang mukmin dengan keberkahan bulan Ramadhan.

Hendaklah pula pada bulan Ramadhan ini engkau menyambung tali silaturrahmi semampunya dan senantiasa berbakti kepada kedua orangtua. Hendaknya juga selalu berhati-hati daripada sesuatu yang dapat membatalkan puasa sampai selesainya bulan Ramadhan.

Kami bermohon kepada Allah agar memberikan keberkahan kepada kita semua di bulan Rajab dan Sya’ban, serta menyampaikan kita kepada bulan Ramadhan. Semoga Allah membantu kita dalam melaksanakan puasa dan shalat malam. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha berkuasa atas segala sesuatu, dan Yang Maha cepat mengabulkan. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Sayyidina Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya. Segala puji Allah Tuhan sekalian alam.

[Disarikan dari http://rubat-tareem.net/?ID=697, dan diterjemahkan oleh Admin Bisyarah]

(http://bisyarah.wordpress.com/2010/08/11/menyambut-ramadhan-1431-h/)

Wednesday, March 31, 2010

mengapa haram menyambut april fool

Pada setiap tanggal 1 April, ada sahaja orang (terutama anak-anak muda) yang merayakan hari tersebut dengan membuat pelbagai kejutan atau sesuatu aneh yang di luar jangkaan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tanggal 1 April. Namun, tahukah anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah pembantaian tentera Salib terhadap kaum Muslim Sepanyol yang memang didahului dengan upaya penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebahagiannya dari buku ‘Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?’ (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005)

Sejarah April Fool

Perayaan April Fool yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berasal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. The April’s Fool Day berasal dari satu episod sejarah Muslim Sepanyol pada tahun 1487 atau bersamaan dengan 892 H. Sebelum mengungkap tragedi tersebut, ada baiknya kita melihat sejarah Sepanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Sepanyol tumbuh menjadi satu negeri yang makmur secara beransur-ansur. Pasukan Islam tidak setakat berhenti di Sepanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitarnya menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang terletak di pergunungan.

Islam telah menerangi Sepanyol. Ini kerana sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Sepanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Sepanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mengamalkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Quran, tetapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Quran. Mereka selalu berkata untuk tidak minum khamar, bergaul bebas, dan segala macam hal yang dilarang oleh Islam. Keadaan seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Sepanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Sepanyol, namun mereka selalu gagal. Mereka telah mencuba beberapa kali tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah perisik untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Sepanyol. Akhirnya perisik itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Sepanyol, yakni yang pertama adalah harus melemahkan iman mereka dahulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara percuma ke dalam wilayah Sepanyol. Muzik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari berbanding membaca Al-Quran. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya adalah untuk menyemarakkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Sepanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Sepanyol jatuh dan berjaya dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga rakyat biasa, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dibantai dengan sadis dan kejam.

Satu persatu daerah di Sepanyol ditakluki. Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk Islam di Sepanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentera-tentera Kristian terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan mulai sepi, yang tinggal adalah ribuan mayat yang bergelimpangan dan bermandikan aliran darah. Tentera Salib mengetahui bahawa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentera Salib itu meneriakkan pengumuman, bahawa para Muslim Granada boleh keluar dari rumah dengan aman dan dibenarkan berlayar keluar dari Sepanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Sepanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Sepanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentera Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam dibenarkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentera Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Sepanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentera Salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentera Salib itu membakar rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Manakala ribuan umat Islam yang berada di pelabuhan berasa terkejut ketika tentera Salib juga membakar kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Sepanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak boleh berbuat apa-apa kerana sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anak yang masih kecil. Lalu tentera Salib segera mengepung mereka dengan pedang yang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentera Salib itu segera membunuh umat Islam Sepanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentera Salib terus membunuh orang awam yang sama sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Sepanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristian pada setiap tanggal 1 April sebagai “The Aprils Fool Day”.

Bagi umat Islam April Fool tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari dimana ribuan saudara seimannya disembelih dan dibantai oleh tentera Salib di Granada, Sepanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak layak jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan merayakan April Fool, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Fool, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan beramai-ramai terhadap ribuan saudara-saudaranya di Granada, Sepanyol, beberapa abad silam.

April Fool Merupakan Perayaan Pembantaian Umat Islam, Tidak Layak Dirayakan

Umat Islam sangat tidak boleh merayakan “The April Fool Day” kerana kebiasaan itu didasarkan untuk memperingati peristiwa pembantaian umat Islam di Sepanyol pada 1 April 1487 Masihi.

Ir.H.Asmara Dharma, seorang cendekiawan muslim dari Indonesia menuturkan di dalam tulisannya; “Umat Islam banyak yang “latah” dan merayakan April Fool tanpa mengetahui dasar dan asal muasal peristiwa tersebut”

Ia menjelaskan, perayaan April Fool itu didasarkan atas peristiwa penyerangan besar-besaran oleh tentera Salib terhadap negara Sepanyol yang ketika itu di bawah kekuasaan kekhalifahan Islam pada Mac 1487 Masihi.

Kota-kota Islam di Sepanyol seperti Zaragoza dan Leon di wilayah Utara, Vigo dan Forto di wilayah Timur, Valencia di wilayah Barat, Lisbon dan Cordoba di Selatan serta Madrid di pusat kota dan Granada sebagai kota pelabuhan berjaya dikuasai tentera Salib.

Umat Islam yang tersisa dari peperangan itu dijanjikan kebebasan jika meninggalkan Sepanyol dengan kapal yang disiapkan di pelabuhan Granada. Tentera Salib itu menjanjikan keselamatan dan membolehkan umat Islam menaiki kapal jika mereka meninggalkan Sepanyol dan tidak membawa sebarang persenjataan mereka.

Namun, ketika ribuan umat Islam sudah berkumpul di pelabuhan, kapal yang tadinya berlabuh di pelabuhan segera dibakar dan kaum muslim dibantai dengan kejam sehingga air laut menjadi merah kerana darah.

Peristiwa pembantaian dan pengingkaran janji tersebut terjadi pada 1 April 1487 Masehi dan dikenang sebagai “The April Fool Day.”

Selanjutnya, Dharma menjelaskan, peristiwa “The April Fool Day” itu dipopulerkan dengan “ritual” yang mempersendakan, menipu dan memperbodohkan orang lain tetapi bernuansa gembira.

“Ritual tersebut disyaratkan agar orang-orang yang dipersendakan tidak boleh berasa marah atau membalas” katanya.

Friday, March 26, 2010

6 PERKARA

DARI SAIDINA ALI BIN ABI THALIB:
Barangsiapa yang mengumpulkan enam perkara, nescaya ia mencari syurga dan meninggalkan neraka, iaitu :

Pertama..Mengenal Allah. lalu mentaatiNya.

Kedua..ia mengenal syaitan lalu mendurhakainya.

Ketiga..ia mngenal kebenaran lalu mengikutinya.

Keempat..ia mngenal yang batil, lalu manjaga diri daripadanya.

Kelima..ia mngenal dunia lalu menolaknya.

Keenam..ia mngenal akhirat lalu mencarinya.

Tuesday, March 23, 2010

Bace la n amik iktibar~~

Aku mengeliat sepuas puasnya. Nasib baik takder siapa nampak cara aku mengeliat. Mahu jatuh saham aku huhu.

Tiba tiba aku teringat kisah semalam. Airmata terus berlinang. Terasa amat sayu dan sedih. Salah ke kalau aku nak pakai tudung? Naper abah tak benarkan? Buat pengetahuan korang, bapak aku ni jenis orang yang sibuk giler. Businessman yang sentiasa sibuk. Mak aku dah takder. Meninggal dunia lama dah. Sedih sangat sangat.

Dari jendela, kelihatan cahaya matahari mula menjeluskan diri ke celah celah langsir tingkap. Jam dah 11:00 pagi. Perut lapar.

Aku bangun capai tuala, masuk bilek mandi.

Lepas mandi, aku belek belek tubuhku pada cermin. Alangkah lebih cantik kalau aku bertudung. Aku nekad! Aku akan protes habis habisan kalau bapa aku tak nak juga bagi pakai tudung. Aku sanggup lari dari rumah. Demi kebaikan yang aku pilih. Lantak la dengan ahli keluarga aku yang lain lain. Semuanya tak nak pakai tudung! Tapi aku nak!!!!

Aku turun ke bawah. Baru jea nak buka tudung saji atas meja, terdengar bunyi kereta masuk garaj. Aku jenguk melalui tingkap dan nampak bapa aku balik. Aikkkk, apahal bapa balik awal ni???

Dalam masa yang sama, aku rasa inilah masa yang terbaik untuk desak bapa aku benarkan aku pakai tudung. Now or never!

Bila bapa aku buka jea pintu, aku bersalam dengannya dan tanpa lengahkan masa, aku kata, “”Daddy, cheq nak pakai tudung. Cheq nak!”

Bapak aku terus jegil sebesar besarnya. Macam ada api keluar! Panggggggggggggggggggg. Bapa aku hayun penampar ke muka aku! Tersepok aku di celah set sofa.

“Aduhhhhhhhhhhhhhhhhhhh….sampai hati daddy! Cheq tau la daddy rasa malu kalau cheq pakai tudung. Salah ke kalau cheq nak tutup aurat cheq? Kalau adik dan abg tak nak….”

Pangggggggggggggggggggg….! Aku labuh pelempang ke muka aku sekali lagi sebelum aku abis bercakap.

“Hang jangan nak bagi aku malu naaaa! Hang jangan nak buat pasai! Hang nak pakai tudung buat apa??? Dah 100 kali aku habaq, LELAKI TAK PAYAH PAKAI TUDUNG, LELAKI TAK PAYAH PAKAI TUDUNG!!! Tu la, bila time kelas agama, hang ponteng! Nama hang aku boh “Razali”, tup tup lekat jadi ZAZA sahaja! Memang la dalam rumah ni semuanya tak bertudung sebab adik hang tu lelaki! Abang hang pun lelaki jugak!”.

Aku yang tersepuk celah sofa, terus menangis terkedu kedu. Dah la sakit kena tampar, kena pelempang. Tudung pun tak dapat jugak.

Ngeh ngeh ngeh diari seorang lembut rupanya…hampagas!

Wednesday, March 3, 2010

manusia akhir zaman

Riwayat daripada Ibnu Abbas bahawa Rasulullah saw pernah bersabda yang bermaksud:
"Pada akhir zaman nanti akan muncul golongan-golongan manusia yang berwajah manusia tetapi berhati syaitan. Mereka diibaratkan sebagai serigala buas. Hati mereka tidak mempunyai sedikit pun belas kasihan."
"Mereka tidak suka menjauhi segala yang buruk dan mereka lebih suka melakukan pertumpahan darah. Kalau engkau ikut mereka, mereka akan mendekati kamu. Kalau engkau menjauhi mereka, maka mereka akan mengumpat engkau."
"Apakah mereka melihatmu?"
Jawab Nabi saw:
"Tidak."
Para sahabat bertanya:
"Apakah turun wahyu kepada mereka?"
Jawab Nabi saw:
"Tidak."
Para sahabat bertanya lagi:
"Bagaimana keadaan mereka?"
Nabi saw menjawab:
"Seperti ulat dalam cuka."
Para sahabat bertanya lagi:
"Ya Rasulullah saw, bagaimana mereka menjaga agama mereka?"
Jawab Nabi saw:
"Seperti bara api di tangan. Kalau diletak ia akan padam dan kalau diambil dengan tangan ia akan terbakar."