Showing posts with label pesanan. Show all posts
Showing posts with label pesanan. Show all posts

Wednesday, March 3, 2010

manusia akhir zaman

Riwayat daripada Ibnu Abbas bahawa Rasulullah saw pernah bersabda yang bermaksud:
"Pada akhir zaman nanti akan muncul golongan-golongan manusia yang berwajah manusia tetapi berhati syaitan. Mereka diibaratkan sebagai serigala buas. Hati mereka tidak mempunyai sedikit pun belas kasihan."
"Mereka tidak suka menjauhi segala yang buruk dan mereka lebih suka melakukan pertumpahan darah. Kalau engkau ikut mereka, mereka akan mendekati kamu. Kalau engkau menjauhi mereka, maka mereka akan mengumpat engkau."
"Apakah mereka melihatmu?"
Jawab Nabi saw:
"Tidak."
Para sahabat bertanya:
"Apakah turun wahyu kepada mereka?"
Jawab Nabi saw:
"Tidak."
Para sahabat bertanya lagi:
"Bagaimana keadaan mereka?"
Nabi saw menjawab:
"Seperti ulat dalam cuka."
Para sahabat bertanya lagi:
"Ya Rasulullah saw, bagaimana mereka menjaga agama mereka?"
Jawab Nabi saw:
"Seperti bara api di tangan. Kalau diletak ia akan padam dan kalau diambil dengan tangan ia akan terbakar."

Wednesday, July 8, 2009

RASULULLAH S.A.W. DAN PENGEMIS YAHUDI BUTA

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?", tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.

Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

sollu a'la nabi..

Tuesday, May 12, 2009

6 soalan

6 Soalan

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu
Imam Al Ghozali bertanya,
pertama,"Apa yang paling dekat dengan diri
kita di dunia ini?".

Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan
kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi
yang paling dekat dengan kita adalah "Mati". Sebab itu sudah janji
Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185)

Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang
kedua. "Apa yang paling

jauh dari diri kita di dunia ini?".

Murid -muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan
tang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban
yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah masa
lalu. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa
kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan
hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran
Agama.

Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang
ketiga. "Apa yang

paling besar di dunia ini?".

Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua
jawaban itu benar kata ImamGhozali. Tapi yang paling besar dari yang
ada di dunia ini adalah"Nafsu" (Al A'Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan
keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?"
.

Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban sampean benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH"
(Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang,gunung, dan malaikat semua
tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi
permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka
karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Pertanyaan yang
kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".

Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu
benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah
meninggalkan Sholat. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-
gara meeting kita tinggalkan sholat.

Lantas pertanyaan
keenam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia
ini?".

Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang... Benar kata Imam
Ghozali, tapi yang paling tajam adalah "lidah manusia". Karena
melalui lidah, Manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai
perasaan saudaranya sendiri.


Wednesday, March 25, 2009

kisah pemalas & Abu Hanifah

Suatu hari ketika Imam Abu Hanifah sedang berjalan-jalan melalui sebuah rumah yang jendelanya masih terbuka, terdengar oleh beliau suara orang yang mengeluh dan menangis tersedu-sedu. Keluhannya mengandungi kata-kata, "Aduhai, alangkah malangnya nasibku ini, agaknya tiada seorang pun yang lebih malang dari nasibku yang celaka ini. Sejak dari pagi lagi belum datang sesuap nasi atau makanan pun di kerongkongku sehingga seluruh badanku menjadi lemah longlai. Oh, manakah hati yang belas ikhsan yang sudi memberi curahan air walaupun setitik."

Mendengar keluhan itu, Abu Hanifah berasa kasihan lalu beliau pun balik ke rumahnya dan mengambil bungkusan hendak diberikan kepada orang itu. Sebaik sahaja dia sampai ke rumah orang itu, dia terus melemparkan bungkusan yang berisi wang kepada si malang tadi lalu meneruskan perjalanannya. Dalam pada itu, si malang berasa terkejut setelah mendapati sebuah bungkusan yang tidak diketahui dari mana datangnya, lantas beliau tergesa-gesa membukanya. Setelah dibuka, nyatalah bungkusan itu berisi wang dan secebis kertas yang bertulis, " Hai manusia, sungguh tidak wajar kamu mengeluh sedemikian itu, kamu tidak pernah atau perlu mengeluh diperuntungkan nasibmu. Ingatlah kepada kemurahan Allah dan cubalah bermohon kepada-Nya dengan bersungguh-sungguh. Jangan suka berputus asa, hai kawan, tetapi berusahalah terus."

Pada keesokan harinya, Imam Abu Hanifah melalui lagi rumah itu dan suara keluhan itu kedengaran lagi, "Ya Allah Tuhan Yang Maha Belas Kasihan dan Pemurah, sudilah kiranya memberikan bungkusan lain seperti kelmarin,sekadar untuk menyenangkan hidupku yang melarat ini. Sungguh jika Tuhan tidak beri, akan lebih sengsaralah hidupku, wahai untung nasibku."
Mendengar keluhan itu lagi, maka Abu Hanifah pun lalu melemparkan lagi bungkusan berisi wang dan secebis kertas dari luar jendela itu, lalu dia pun meneruskan perjalanannya. Orang itu terlalu riang sebaik sahaja mendapat bungkusan itu. Lantas terus membukanya.

Seperti dahulu juga, di dalam bungkusan itu tetap ada cebisan kertas lalu dibacanya, "Hai kawan, bukan begitu cara bermohon, bukan demikian cara berikhtiar dan berusaha. Perbuatan demikian 'malas' namanya. Putus asa kepada kebenaran dan kekuasaan Allah. Sungguh tidak redha Tuhan melihat orang pemalas dan putus asa, enggan bekerja untuk keselamatan dirinya. Jangan….jangan berbuat demikian. Hendak senang mesti suka pada bekerja dan berusaha kerana kesenangan itu tidak mungkin datang sendiri tanpa dicari atau diusahakan. Orang hidup tidak perlu atau disuruh duduk diam tetapi harus bekerja dan berusaha. Allah tidak akan perkenankan permohonan orang yang malas bekerja. Allah tidak akan mengkabulkan doa orang yang berputus asa. Sebab itu, carilah pekerjaan yang halal untuk kesenangan dirimu. Berikhtiarlah sedapat mungkin dengan pertolongan Allah. Insya Allah, akan dapat juga pekerjaan itu selama kamu tidak berputus asa. Nah…carilah segera pekerjaan, saya doakan lekas berjaya."

Sebaik sahaja dia selesai membaca surat itu, dia termenung, dia insaf dan sedar akan kemalasannya yang selama ini dia tidak suka berikhtiar dan berusaha.
Pada keesokan harinya, dia pun keluar dari rumahnya untuk mencari pekerjaan. Sejak dari hari itu, sikapnya pun berubah mengikut peraturan-peraturan hidup (Sunnah Tuhan) dan tidak lagi melupai nasihat orang yang memberikan nasihat itu.
Dalam Islam tiada istilah pengangguran, istilah ini hanya digunakan oleh orang yang berakal sempit. Islam mengajar kita untuk maju ke hadapan dan bukan mengajar kita tersadai di tepi jalan.

Tuesday, June 24, 2008

asal-usul solat...

>>SUBUH:
Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Subuh ialah Nabi Adam a.s.,
iaitu tatkala baginda keluar dari syurga lalu dihantar ke bumi. Perkara
pertama yang di lihatnya ialah kegelapan dan baginda berasa takut yang
amat sangat. Apabila fajar Subuh telah keluar Nabi Adam a.s.pun
bersembahyang dua rakaat.
> Rakaat pertama:- Bersyukur baginda kerana terlepas dari kegelapan
malam.
> Rakaat kedua:- Bersyukur baginda kerana siang telah menjelma.

>>ZOHOR:
Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Zohor ialah Nabi Ibrahim
a.s., iaitu tatkala Allah s.w.t. telah memerintahkan padanya agar
menyembelih anaknya Nabi Ismail a.s. Sedang seruan itu datangnya pada
waktu tergelincir matahari, lalu sujudlah Nabi Ibrahim empat rakaat.
> Rakaat pertama:- Bersyukur bagi penebusan.
> Rakaat kedua:- Bersyukur kerana dibukakan dukacitanya dan juga
anaknya.
> Rakaat ketiga:- Bersyukur dan bermohon akan keredhaan Allah.
> Rakaat keempat:- Bersyukur kerana korbannya digantikan dengan tebusan
kibas.

>>ASAR:
Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Asar ialah Nabi Yunus a.s.
tatkala baginda dikeluarkan oleh Allah dari perut ikan nun. Ikan nun
telah memuntahkan Nabi Yunus di tepi pantai sedang ketika itu telah
masuk waktu Asar. Maka bersyukurlah Nabi Yunus lalu bersembahyang empat
rakaat kerana baginda telah diselamatkan oleh Allah daripada 4
kegelapan iaitu:
> Rakaat pertama:- Kelam dengan kesalahan.
> Rakaat kedua:- Kelam dengan air laut.
> Rakaat ketiga:- Kelam dengan malam.
> Rakaat keempat:- Kelam dengan perut ikan Nun.

>>MAGHRIB:
Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Maghrib ialah Nabi Isa a.s
tatkala baginda dikeluarkan oleh Allah dari kejahilan dan
kebodohankaumnya, sedang waktu itu telah terbenamnya matahari.
Bersyukurlah NabiIsa lalu bersembahyang tiga rakaat kerana diselamatkan
dari kejahilan tersebut, iaitu:
> Rakaat pertama:- Untuk menafikan ketuhanan selain daripada Allah yang
Maha Esa.
> Rakaat kedua:- Untuk menafikan tuduhan dan juga tohmahan ke atas
ibunya Siti Mariam yang telah dituduh melakukan perbuatan sumbang.
> Rakaat ketiga:- Untuk meyakinkan kaumnya bahawa Tuhan itu hanya satu
iaitu Allah jua, tiada dua atau tiga.

>>ISYAK:
Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Isyak ialah Nabi Musa
a.s.Pada ketika itu Nabi Musa telah tersesat mencari jalan keluar dari
negeri Madyan, sedang dalam dadanya penuh dengan perasaan dukacita.
Allah lalu menghilangkan semua perasaan dukacitanya itu pada waktu
Isyak yang akhir.
Lalu sembahyanglah Nabi Musa empat rakaat sebagai tanda bersyukur.
> Rakaat pertama:- Dukacita terhadap isterinya.
> Rakaat kedua:- Dukacita terhadap saudaranya Nabi Harun.
> Rakaat ketiga:- Dukacita terhadap Firaun.
> Rakaat keempat:- Dukacita terhadap anak Firaun.

Saturday, May 17, 2008

perbualan iman dan diri

Iman : Assalamualaikum, bos

Diri : Waalaikumussalam wbt.lama tak
nampak awak.Awak cuti ker?

Iman : Taklah, jabatan kami rasa tuan
tak memerlukan kami lagi..

Diri : Laa..kenapa pulak awak cakap
camtu? pentadbiran diri saya
berterabur sekarang bila jabatan kau
takde..

Iman : Takdelah, kami lihat banyak
pekerja tambahan tuan ambil.
VCD,SMS,TV ..
jadi kami rasa terpinggir

Diri : Entahlah, waktu cuti sebulan ni
saya tak pernah menggaji mereka.Tapi
merek a terlalu rajin buat kerja,
bekerja tanpa gaji,tapi banyak gak
duit saya habis…entah ar

Iman : Tu sebab, kami agak rasa tuan
memencilkan kami. Al Quran, Zikir,
mathurat, solat Malam tak boleh
bekerja dengan mereka..kami memang tak
boleh bercampur dengan mereka..

Diri : Saya tak pernah minta kau
bercuti

Iman : Bagaimana kami ingin bekerja
sedangkan tuan sudah punya pekerja
tambahan? Saya lihat mereka buat tuan
gembira..

Diri : Argh, gembira apanya.. Berterabur kerja kat pejabat tu!! Tolonglah, bekerjalah dengan saya
kembali

Iman : Kami sememangnya sudah
berkhidmat dengan tuan dari tuan di
dalam rahim ibu tuan lagi. Tapi, tuan
kadang-kadan g mengabaikan kami. Tuan
sediakan makanan untuk bos pekerja
tambahan, En Dosa, tapi kami, tuan tak
sediakan makanan. Kebajikan kami tak
terjaga…

Diri : Maafkan aku. kembalilah bekerja
dengan saya. Saya janji kebajikan kamu
semua saya jaga,En Iman.

Iman : Tuan boleh berjanji, tapi CEO
kita akan memantau tuan, Dialah
Allah.Tuan takkan tak takut menabur
janji tapi melupakannya?

Diri : Janganlah menyalahkan saya.

Iman : Tuan perlu sedar, kami hanya
bekerja di dalam syarikat yang bersih,
dan amanah..Bukanlah saya nak
memandang rendah pada jabatan baru En
Dosa, tp kami tidak suka cara mereka
bekerja. mereka meminggirkan kami

Diri : Dah awak tak melawan?

Iman : Tuan, bagaimana kami ingin
menang? Kami terlalu lemah, sedikit
pula tu, kebajikan kami langsung tuan
tak jaga..Sedangkan kami tidak pernah
meminta gaji dari tuan.Cuma kami minta
disediakan ruang yang bersih dan
amanah untuk kami bekerja. salahkah
kami meminta yg sedikit?

Diri : Mereka kadang-kadang lebih
menggembirakan saya

Iman : Kalau begitu maafkan kami. Tak
dapat rasanya kami bekerja untuk tuan
lagi.Tuan perlu memberi kebajikan
kepada mereka.Siapalah kami..

Diri : Ehh, jangan..
Bekerjalah dengan saya

Iman : Buanglah pekerja itu..Mereka
meminta-minta dari tuan.Tuan perlu
berhabis jutaan ringgit untuk mereka.
Sedangkan kami, percuma khidmat kami

Diri : Aduh, mereka pekerja yang
menggembirakan saya.Memang kamu
percuma, tapi kamu kadang-kadang
bis ing, ini tak boleh, itu tak
boleh..saya rimas

Iman : (senyum sinis)..Maafkan kami
tuan..kami minta diri dulu..tak
perlula h kami berkhidmat dengan tuan
kalau begitu..Kalau tuan perlukan
kami, kami sentiasa di sisi..Tuan
jangan risau, kami maafkan tuan..

Diri : Jangan pergi..saya sanggup
pecat En Dosa..dan ahli
jawatankuasa nya, vcd, majalah yang
melalaikan, dan sbagainya

Ima n : Tuan betul-betul sanggup?

Diri : Ya, saya kelam kabut sekarang..Tak
tenang,management berterabur..

Iman : Alhamdulillah. .kami free of
charge..Tuan takkan rugi, sebaliknya
tuan beruntung besar..Silap hari
bulan, CEO, Allah kita akan naikkan
tuan ke pangkat yang lebih tinggi

Diri : Terima kasih..=)Panggillah ajk
kamu bekerja semula. En Iman, saya
akan jaga kebajikan kamu, panggillah
En mathurat, En Zikir, En Solat,dan
semua ahli jabatan akalmu ya?

Iman : Alhamdulillah. Moga keuntungan
tuan bergada-ganda tahun ini dan
seterusnya

Diri : Terima kasih pegawai
kewanganku .

mari kite renung2kan p'bualan ni sambil2 kite memuhasabah diri...
salam renungan...

Monday, April 14, 2008

pekse



salam....
pekse da dekat da...kitab? masih xabes bace lagi...caner nie...hmmm
jdk da nk pekse ni mari kite bace kitab,abes kan bacaan kitab2 itu...disamping tuh jage la hubungan kite dgn DI ATAS YANG MAHA BERKUASA ATAS SETIAP SESUATU....hubungan kite dgn sesame insan, hubungan kite sesame makhluk..jdk mari kite ssame b'usehe dgn kudrat yg dikurnia kan ALLAH dan mari kite iringi usehe dgn alunan doa dgn penoh rsa tawadhu' memohon agar kite diberi taufiq dan najah diiringi mumtaz amiiinn..dalam peperiksaan dan kejayaan didunia dan diakhirat amiin...

assalamualaikum..

Wednesday, March 19, 2008

salam maulidurasul...


selawat dan salam NABI MUHAMAD SOLLALLAHUALIHI WASSALAM....
sempena dengan hari kelahiran NABI MUHAMAD S.A.W mari kite m'pertingkatkan,m'pererat dan m'perkuat hubungan kite dengan NABI MUHAMAD S.A.W dengan m'perbanyak selawat keatas rasulullah,rasul junjungan,saiyidul anbia' dan khatimun nabiyyin..