Monday, December 12, 2011

Friday, December 9, 2011

Bicara



Diam sebaik perisai kalam,
Senyum sebaik-baik diplomasi diri

Ayat Quran Selawat dan Zikir adalah sebaik
kalam..

Wednesday, November 30, 2011

Lagi ia Berbicara


Lupakan bayangan lalu,sekarang adalah sekarang..
Teruskan ke hadapan tanpa menoleh ke belakang..
Salam Maal Hijrah 1433 moga tahun ini akan lebih baik..

Sunday, October 23, 2011

potretku b'cerita

dari mata turun ke hati...
andai dari maksiat pandanganmu maka hawa nafsu akan menguasai hatimu
andai dari kebaikan pandanganmu maka indah keimanan akan memimpin hatimu

Saturday, August 27, 2011

Gema 27 ramadhan di Masjid Saidina Amru Al-As




Assalamualaikum.....detik Ramadhan yang aku tidak akan lupa...

suasana petang tu

ammu rajab


malam makin ramai,subhanallah




Malam 27 ramadhan terawih yang diimamkan Sheikh Jibrail
di Masjid Saidina Amru bin Al-As
hanya lafaz syukurku yang mampu aku lafazkan
diatas segala kudrat nikmat dariMu Ya Rab
temukan la kami untuk ramadhan yang akan datang
barikillah humma fi shahri ramadhan
wa sollallahu 'ala saidina muhammad wa ala ali saidina muhammad
walhamdulillahi rabbil alamin

Thursday, July 28, 2011

Ramadhan Kareem....

Assalamualaikum...

sempena ramadhan yang bakal tiba bersama kita menghayati klip ini..


video

Wednesday, May 11, 2011

perancangan

aku ada plan A
aku ade plan B
aku ade plan C
dan aku juga ada plan D...
dalam mengejar satu target ni..

aku yakin sempurna plan aku ni...
dan aku rasa target ni boleh dapat...
dengan semua plan yang aku ada ni....

setelah berjalan semua plan dalam mengejar target itu...
namun ia tidak berjaya juga...
die memikirkan apa yang kurang dengan plan2 die sebelum ini...
sedangkan mengikut logik dan pemikirannya dalam perancangannya itu
ia pasti berjaya....
tapi masih tidak berjaya...kenapa???

setelah berfikir dan bermuhasabah
rupanya dia lupa untuk meletak plan E pada diri nya andai sume plan A B C D
itu semua tidak menjadi...
plan E itu ialah sesuatu plan persediaan yang kena ada dalam diri iaitu
plan untuk Redha dan Berlapang hati dengan takdirNya...

kita sebagai manusia biasa hanya mampu merancang tapi Allah yang menentukan segalanya...







p/s apa2 pon dalam melakukan sesuatu kne ade perancangan,usaha dan tawakal...
jgn hanya b'serah pada takdir semata2...

Tuesday, May 10, 2011

Alhamdulillah

Bersama kita mengucap kalimah syukur Alhamdulillah diatas kurniaan 3 nikmat besar iaitu nikmat iman,nikmat islam dan nikmat menjadi umat kekasih allah habibullah Saiyiduna Muhamad Rasulullah Sollallahu Alaihi Wassalam...disini bersama saya sisip kan link bagi kuliah dari Syeikh Muhamad Fuad Kamaluddin Al-Maliki(klik nama) mengenainya...


Saturday, May 7, 2011

sesungguhnya

Saat dunia berhenti berputar
Saat manusia tak sanggup lagi berharap
Ketika mentari tak sanggup lagi berjanji
Menyinari dunia yang tlah kau singgahi

Mampukah kau untuk berbagi
Tanpa hasrat ingin diberi
Di hadapan-Nya…
Di hadapan-Mu ya Allah…

Sesungguhnya manusia takkan bisa menikmati surga
Tanpa ikhlas di hatinya
Sesungguhnya manusia takkan bisa menyentuh nikmat-Nya
Tanpa tulus di hatinya

Mampukah kau untuk berbagi
Tanpa hasrat ingin diberi
Di hadapan-Nya
Di hadapan-Mu ya Allah

Sesungguhnya manusia takkan bisa menikmati surga
Tanpa ikhlas di hatinya
Sesungguhnya manusia takkan bisa menyentuh nikmat-Nya
Tanpa tulus di hatinya

Sesungguhnya manusia takkan bisa menikmati surga
Tanpa ikhlas di hatinya
Sesungguhnya manusia takkan bisa menyentuh nikmat-Nya
Tanpa tulus di hatinya

By: Ungu

video

Friday, May 6, 2011

Ketika Rasulullah Tersenyum

Ketika Rasulullah Tersenyum

Saat menikahkan putri bungsunya, Sayyidah Fatimah Az Zahrah, dengan sahabat Ali bin Abi Thalib, Baginda Nabi Muhammad SAW tersenyum lebar. Itu merupakan peristiwa yang penuh kebahagiaan.

Hal serupa juga diperlihatkan Rasulullah SAW pada peristiwa Fathu Makkah, pembebasan Makkah, karena hari itu merupakan hari kemenangan besar bagi kaum muslimin. “Hari itu adalah hari yang penuh dengan senyum panjang yang terukir dari bibir Rasulullah SAW serta bibir seluruh kaum muslimin” tulis Ibnu Hisyam dalam kita As Sirah Nabawiyyah. Rasulullah SAW adalah pribadi yang lembut dan penuh senyum. Namun, beliau tidak memberi senyum kepada sembarang orang.
Demikian istimewanya senyum Rasul sampai-sampai Abu Bakar dan Umar, dua sahabat utama beliau, sering terperangah dan memperhatikan arti senyum tersebut. Misalnya mereka heran melihat Rasul tertawa saat berada di Muzdalifah di suatu akhir malam. “Sesungguhnya Tuan tidak biasa tertawa pada saat seperti ini,” kata Umar. “Apa yang menyebabkan Tuan tertawa?” Pada saat seperti itu, akhir malam, Nabi biasanya berdoa dengan khusyu’. Menyadari senyuman beliau tidak sembarangan, bahkan mengandung makna tertentu, Umar berharap, “Semoga Allah menjadikan Tuan tertawa sepanjang umur”. Atas pertanyaan diatas, Rasul menjawab, “Ketika iblis mengetahui bahwa Allah mengabulkan doaku dan mengampuni umatku, dia memungut pasir dan melemparkannya kekepalanya, sambil berseru, ‘celaka aku, binasa aku!’ Melihat hal itu aku tertawa.” (HR Ibnu Majah)

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Ghazali menulis, apabila Rasul dipanggil, beliau selalu menjawab, “Labbaik”. Ini menunjukkan betapa beliau sangat rendah hati. Begitu pula, Rasul belum pernah menolak seseorang dengan ucapan “tidak” bila diminta sesuatu. Bahkan ketika tak punya apa-apa, beliau tidak pernah menolak permintaan seseorang. “Aku tidak mempunyai apa-apa,” kata Rasul, “Tapi, belilah atas namaku. Dan bila yang bersangkutan datang menagih, aku akan membayarnya.”
Banyak hal yang bisa membuat Rasul tertawa tanpa diketahui sebab musababnya. Hal itu biasanya berhubungan dengan turunnya wahyu Allah.

Misalnya, ketika beliau sedang duduk-duduk dan melihat seseorang sedang makan. Pada suapan terakhir orang itu mengucapkan. “Bismillahi fi awalihi wa akhirihi.” Saat itu beliau tertawa. Tentu saja orang itu terheran-heran. Keheranan itu dijawab beliau dengan bersabda, “Tadi aku lihat setan ikut makan bersama dia. Tapi begitu dia membaca basmalah, setan itu memuntahkan makanan yang sudah ditelannya.” Rupanya orang itu tidak mengucapkan basmalah ketika mulai makan.

Suatu hari Umar tertegun melihat senyuman Nabi. Belum sempat dia bertanya, Nabi sudah mendahului bertanya, “Ya Umar, tahukah engkau mengapa aku tersenyum?” “Allah dan Rasul-Nya tentu lebih tahu,” jawab Umar. “Sesungguhnya Allah memandang kepadamu dengan kasih sayang dan penuh rahmat pada malam hari Arafat, dan menjadikan kamu sebagai kunci Islam,” sabda beliau. Kesaksian Anggota Tubuh Rasul SAW bahkan sering membalas sindiran orang dengan senyuman. Misalnya ketika seorang Badui yang ikut mendengarkan taushiyah beliau tiba-tiba nyeletuk, “Ya Rasul, orang itu pasti orang Quraisy atau Anshar, karena mereka gemar bercocok tanam, sedang kami tidak.” Saat itu Rasul tengah menceritakan dialog antara seorang penghuni surga dan Allah SWT yang mohon agar diizinkan bercocok tanam di surga. Allah SWT mengingatkan bahwa semua yang diinginkannya sudah tersedia di surga. Karena sejak di dunia punya hobi bercocok tanam, iapun lalu mengambil beberapa biji-bijian, kemudian ia tanam. Tak lama kemudian biji itu tumbuh menjadi pohon hingga setinggi gunung, berbuah, lalu dipanenkan.

Lalu Allah SWT berfirman. “Itu tidak akan membuatmu kenyang, ambillah yang lain.” Ketika itulah si Badui menyeletuk, “Pasti itu orang Quraisy atau Anshar. Mereka gemar bercocok tanam, kami tidak.” Mendengar itu Rasul tersenyum, sama sekali tidak marah. Padahal, beliau orang Quraisy juga. Suatu saat justru Rasulullah yang bertanya kepada para sahabat, “Tahukah kalian mengapa aku tertawa?.” “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu,” jawab para sahabat.
Maka Rasul pun menceritakan dialog antara seorang hamba dan Allah SWT. Orang itu berkata, “Aku tidak mengizinkan saksi terhadap diriku kecuali aku sendiri.” Lalu Allah SWT menjawab, “Baiklah, cukup kamu sendiri yang menjadi saksi terhadap dirimu, dan malaikat mencatat sebagai saksi.” Kemudia mulut orang itu dibungkam supaya diam, sementara kepada anggota tubuhnya diperintahkan untuk bicara. Anggota tubuh itupun menyampaikan kesaksian masing-masing. Lalu orang itu dipersilahkan mempertimbangkan kesaksian anggota-anggota tubuhnya. Tapi orang itu malah membentak, “Pergi kamu, celakalah kamu!” Dulu aku selalu berusaha, berjuang, dan menjaga kamu baik-baik,” katanya. Rasulpun tertawa melihat orang yang telah berbuat dosa itu mengira anggota tubuhnya akan membela dan menyelamatkannya. Dia mengira, anggota tubuh itu dapat menyelamatkannya dari api neraka. Tapi ternyata anggota tubuh itu menjadi saksi yang merugikan, karena memberikan kesaksian yang sebenarnya (HR Anas bin Malik). Hal itu mengingatkan kita pada ayat 65 surah Yasin, yang maknanya, “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka, dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”

SOLLU 'ALA NABI

Monday, April 25, 2011

Taqwa

TAQWA

Taqwa can be defined in many ways. But the conversation between Ubay bin Kaab and Umar al-Khattab was a good summary about the essence of Taqwa. Once, Umar asked Ubay what he knows about Taqwa. Ubay replied by asking him, “Have you walked through thorny path?”

Umar answered, “Yes, indeed”

Ubay then asked him, “What did you do?”

Umar replied, “I tucked up (my garment) and did my best (to avoid thorns)”

Thereupon Ubay said, “That is Taqwa!”

kredit saifulislam.com

Thursday, January 20, 2011

asas seni itu

setiap diri ade seni setiap jiwa ade seni...dikatakan seni kerana indah..diperasas seni dengan kesucian lenturan al-quran dan sunnah di setiap jiwa dan diri ,maka hasilnya indah yang begemerlapan pada yang diseni itu,andai diterap diukir asas seni ini pada setiap jiwa maka dunia indah berseni tanpa contengan sia-sia..

Wednesday, January 12, 2011

exam...

10 01 telah berlalu...
yang mendatang adalah 20 01...

perterus perjuangan dalam mengecapi kejayaan dihadapan...
selamat menempuh peperiksaan buat semua sahabat perjuangan...